08 Januari 2018 75 Administrator

Sebanyak 820 orang maha­siswa Universitas Ekasakti Padang mengikuti pem­be­kalan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) selama  dua hari di Audi­torium Universitas Ekasakti, Jalan Veteran Dalam Nomor 26 Padang.

Materi yang diberikan selama pembekalan, Filosofi KKN-PPM dan Pem­berdaya­an Masyarakat oleh Dr Ivon­ne Ayesha, SP, MP, Pem­berdayaan Ekonomi Masya­rakat oleh Dr Agussalim, SE, MS, Permasalahan dan Pera­turan Nagari/Desa/Kelurahan oleh Dr Otong Rosadi, SH, MH, Program KKN-PPM oleh Ir Mahmud R Bara, MSi dan Penulisan Laporan Ke­gia­tan KKN-PPM oleh Drs Rizal Abu, ST, MEng., ke­mudian dilanjutkan dengan ujian pembekalan, tanggal 26 Juni 2016 mendatang.

Ketua Panitia KKN-PPM Universitas Ekasakti Padang tahun 2016 Drs Rizal Abu, ST, MEng menyebutkan 820 orang mahasiswa UNES yang akan melakukan kegiatan KKN-PPM tahun 2016 ini. Mereka ditempatkan pada tujuh kabupaten/kota, sem­bilan kecamatan, 25 Nagari/Desa/Kelurahan dan 31 lo­kasi. Jenis KKN-PPM yang akan dilakukan adalah KKN-PPM Reguler, KKN-PPM yang dibiayai oleh peme­rintah pusat dalam hal ini Kemenristek Dikti dan KKN-PPM Tematik. Untuk KKN-PPM Tematik dilaksanakan di Kabupaten Solok.

Pembekalan KKN-PPM Universitas Ekasakti Padang tahun 2016 itu dibuka secara resmi oleh Rektor diwakili Wakil Rektor I DR H Agus­salim, SE, MS, Sabtu (18/6) di Auditorium Universitas Ekasakti dihadiri para dekan dan Dosen Pembimbing La­pangan (DPL).

Dr H Agussalim, SE, MS menyebutkan KKN-PPM ini mempunyai nilai empat SKS dan merupakan nilai aka­demik dan tentunya ber­pengaruh terhadap IPK. Nilai pembekalan ini 25 persen dan nilai lapangan 75 persen.

“Maka dalam pelak­sana­an KKN-PPM harus menjadi perhatian bagi mahasiswa dan juga merupakan salah satu mata kuliah dari ke­seluruhan mata kuliah yang diikuti mahasiswa. Selama pelaksanaan KKN-PPM di lapangan atau di lokasi, ma­hasiswa dibimbing oleh DPL. Program yang akan dilak­sanakan disesuaikan dengan program Nagari/Desa/Kelu­rahan dimana mahasiswa itu ditempatkan, tetapi program yang diusung dari kampus tetap kita tawarkan untuk ditindaklanjuti oleh  Nagari/De­sa /Ke­lurahan,” ucap Ag­us­salim.

Bagi mahasiswa KKN-PPM Tematik yang berlo­kasi di Kabupaten Solok, di­harap­kan bisa membantu peme­rintahan daerah mem­buat profil dan peraturan Nagari/Desa/Kelurahan, karena KK­N-PPM Tematik meru­pakan titipan dari Pe­merintah Kabu­paten So­lok untuk me­nem­patkan maha­siswa KKN-PPM Unes di daerah tersebut.

“Seorang sarjana harus melakukan Tri Dharma Per­guruan Tinggi, yaitu pen­didikan dan pengajaran, pe­neli­tian dan pengabdian. Kami harapkan mahasiswa dapat mentransfer ilmunya nanti di tengah masyarakat, baik yang diperoleh di bang­ku kuliah maupun dalam pembekalan KKN-PPM,” tutup Agussalim. (h/rel/eni)